STANDARD OPERATING PROCEDURE & TECHNICAL REFERENCE

Panduan Belajar Modul Inventory

Panduan praktis untuk memahami cara kerja Inventory HashMicro HMX: struktur data, arah pergerakan stok, langkah transaksi, perubahan status, validasi, kontrol hasil, pelaporan, dan penanganan masalah.

SOP berbasis UI aktualReferensi teknisDesktopAkun AdministratorVersi observasi 11 Sep 2026

Tujuan dan Cara Menggunakan Dokumen

Dokumen ini ditujukan untuk pembelajar sistem, key user, implementor, dan calon administrator. Mulailah dari arsitektur modul, praktikkan SOP pada database latihan, lalu gunakan bagian referensi teknis untuk memahami status, field, laporan, dan hubungan antarmodul.

Jenis dokumenSOP + technical reference
Target pembacaOperator, key user, implementor
Lingkungan sumberHMX Training Demo
KonvensiLabel UI ditulis dalam English
6kelompok navigasi utama
44menu tingkat pertama yang dipetakan
24submenu dinamis yang teridentifikasi
80+bukti screenshot desktop
10SOP dan prosedur kontrol
Urutan belajar yang disarankan

Pahami Product → Warehouse → Location → Stock Balance terlebih dahulu. Setelah itu praktikkan Goods Receipt → Stock Moves → Goods Issue, kemudian lanjut ke Stock Count, Internal Transfer, lot/serial, replenishment, costing, dan reporting.

Metodologi dan Batasan

Analisis dilakukan melalui interaksi langsung pada UI administrator. Kredensial, cookie, token sesi, dan informasi autentikasi tidak disimpan dalam dokumen.

Eksplorasi

Seluruh menu Inventory dibuka atau dipetakan melalui submenu dinamis.

Interaksi

Search, filter, tabel, export, create form, tab, status, dan smart action diamati.

Data uji

Package Type dibuat lalu dihapus. Goods Receipt dibuat, dikonfirmasi, dibatalkan, lalu dihapus.

Validasi

Required-field behavior diuji pada Package Type, Goods Receipt, Goods Issue, dan Stock Count.

Waktu tunggu screenshot SOP

Setiap halaman SOP ditunggu 10 detik. Jika data tetap loading atau kosong, kondisi tersebut tetap diambil sebagai bukti aktual.

Keamanan data

Tidak ada record lama yang diubah atau dihapus. Validasi stok final tidak dijalankan agar tidak meninggalkan kuantitas permanen.

Batasan

Hak akses selain administrator, job scheduler, API, perangkat barcode fisik, dan performa beban tinggi tidak diuji.

Arsitektur Modul

Navigasi dibagi berdasarkan tujuan pekerjaan. Menu dengan indikator Submenu membuka overlay pilihan dan bukan endpoint mandiri.

KelompokTujuanMenu utama
Inventory IntelligenceInsight stok dan dokumenOverview, Insight Feed, Replenishment Insight, Movement Analysis, Document Processing Insight, Expiry Risk Report
OperationsEksekusi perpindahan fisikGoods Receipt, Goods Issue, Inbound/Outbound Processing, Batch Operation, Return Request, Internal Transfer
Inventory ControlKontrol dan perencanaanStock Count, Replenishment, Material Request, Product Usage, Transit Loss, Repack, Procurement Plan, Landed Cost, Grading Valuation
ReportingAudit kuantitas, nilai, dan traceabilityStock Balance, Block, Demands, Moves, Stock per Warehouse, 3D Warehouse, Traceability, Stock Card, Aging, Operation Queue
Master DataDefinisi objek inventoryProducts, Dimension UoM, Packages, Lot/Serial Numbers
ConfigurationAturan operasi dan referensiInventory Settings, Insight Settings, Warehouse Management, Product Management, Package Types, Usage Type

Konsep Penting dari Training

Ringkasan berikut menjadi model mental sebelum menjalankan SOP. Istilah tetap mengikuti nama pada UI HMX.

Inventory vs Warehouse Management

Inventory Management mengontrol stok, nilai, ketersediaan, dan pencatatan. Warehouse Management mengatur pergerakan fisik dan proses di dalam gudang. Toko yang menyimpan stok dapat diperlakukan sebagai warehouse; tiga gudang dan dua toko berarti lima warehouse operasional.

Inbound

Dokumen utama adalah Goods Receipt. Flow satu tahap mengarah langsung ke storage; flow dua tahap dapat melewati input/receiving/transit location sebelum putaway ke lokasi penyimpanan.

Outbound

Dokumen utama adalah Goods Issue. Routing Priority menentukan jalur yang diprioritaskan; proses dapat melibatkan Picking dan Packing sebelum shipment.

Putaway Rules

Menentukan destination berdasarkan product/category dan lokasi kedatangan. Contoh training: Frozen Chicken yang diterima diarahkan ke lokasi Frozen-B.

Traceability

Jejak end-to-end: Goods Receipt → Store/Location → Transfer → Goods Issue. Sistem menghubungkan asal, waktu masuk, lokasi, perpindahan, customer, serta lot atau serial.

Effective Date

Tanggal aktual transaksi untuk kebutuhan backdate. Contoh: barang diterima Senin tetapi diinput Rabu; Effective Date dapat diisi Senin sesuai kontrol periode.

Negative Inventory

Allow Negative Stock memungkinkan barang keluar ketika penerimaan fisik belum tercatat. Berguna pada operasi cepat seperti FMCG, tetapi menimbulkan kebutuhan rekonsiliasi dan harus diatur melalui Negative Stock Prevention.

Removal Strategy

  • FIFO: stok pertama masuk dikeluarkan pertama.
  • FEFO: expiry terdekat dikeluarkan pertama.
  • LIFO: stok terakhir masuk dikeluarkan pertama. Catatan training menyebut metode ini tidak diperbolehkan dalam PSAK; validasi kebijakan dengan tim Finance.

Location vs Package

Location adalah posisi fisik/virtual, misalnya Room A atau Frozen-B. Package adalah container atau kelompok barang, misalnya box, pallet, atau tote. Rak permanen biasanya lebih tepat sebagai child location; rak bergerak dapat dimodelkan sebagai package sesuai desain implementasi.

Tracking Product

Path training: Product → More → Inventory → Tracking. Satu product memakai satu tipe: Unique Serial Number untuk unit high-value/high-risk, atau Lots untuk batch berkuantitas besar. Nomor dapat auto-generated, manual, atau mengikuti product code bila konfigurasi mendukung.

Expiry dan Alert Time

Expiry Date berada pada lot/serial untuk produk berumur simpan. Alert Date/Time memberikan peringatan sebelum atau saat mencapai kondisi expiry.

Package Behavior

Reusable Type mengizinkan penggunaan berulang. Strict Compatibility membatasi kecocokan product/category. Usage package mengelompokkan beberapa unit dalam satu container.

Barcode

Catatan training mencakup Code 128, multi-barcode, dan Barcode Nomenclature. GS1 mencakup standar seperti UPC dan EAN; barcode Indonesia lazim memakai prefix 899.

Stock Limit

Stock Limit menjadi kontrol kuantitas yang perlu diperiksa pada desain warehouse. Jika tidak ada batas yang relevan, Goods Receipt dapat diproses sesuai konfigurasi dan validasi lain.

Transfer dan Direct Transfer

Create Transfer Product memindahkan barang antar-location/warehouse. Use Direct Transfer menyederhanakan pasangan proses keluar-masuk; dalam catatan training, GR dan GI dapat diselesaikan dalam satu flow transfer.

Fokus hafalan

Goods Receipt, Goods Issue, Putaway Rules, Routing Priority, Traceability, Lot vs Serial, Effective Date, Negative Inventory, FIFO/FEFO, serta Location vs Package.

SOP Operasional Inventory

Gunakan data latihan dengan prefix yang mudah dicari. Sebelum menekan Validate, pastikan company, branch, warehouse, location, product, UoM, lot/serial, dan tanggal sudah benar karena tahap tersebut dapat mengubah stok dan jurnal.

SOP-INV-01 · Menerima Barang (Goods Receipt)

Mencatat barang yang masuk dari vendor atau sumber eksternal ke lokasi internal.

MenuOperations → Goods Receipt
PeranWarehouse Receiver / Supervisor
PrasyaratProduct, UoM, warehouse, location
Dampak finalOn Hand bertambah saat Validate
  1. Buka daftar dan buat dokumen

    Pilih Goods Receipt, lalu klik Create. Sistem membuka dokumen baru pada status Draft.

  2. Tentukan organisasi

    Periksa Company dan Branch. Branch terisi otomatis pada observasi, tetapi tetap harus diverifikasi.

  3. Isi pihak dan arah lokasi

    Pilih Vendor jika transaksi terkait pemasok. Source Location menggunakan Virtual Location; pilih Destination Location internal yang menerima barang.

  4. Isi jadwal, Effective Date, dan referensi

    Periksa Scheduled Date. Gunakan Effective Date untuk tanggal aktual/backdate sesuai periode yang diizinkan. Lengkapi Source Document, Origin Transfer, Notes, dan Proof of Delivery bila digunakan.

  5. Tambahkan produk

    Pada tab Operations, klik Add new Lines, pilih Product, masukkan Demand Qty, dan pastikan Demand UoM benar. Tambahkan lot/serial atau package bila tracking aktif. Barcode scanner dapat digunakan pada proses yang mendukungnya.

  6. Simpan Draft

    Klik Save. Sistem membuat reference otomatis. Catat nomor dokumen untuk audit.

  7. Konfirmasi kesiapan

    Klik Confirm. Status berubah Draft → Ready dan kontrol Done Qty, Moves, Put in Package, serta Set Done Quantities tersedia.

  8. Catat kuantitas aktual

    Gunakan Set Done Quantities atau isi Done Qty per baris. Untuk penerimaan parsial, jangan menyamakan Done Qty dengan Demand Qty secara otomatis tanpa pemeriksaan fisik.

  9. Validasi penerimaan

    Setelah kuantitas, UoM, lot/serial, package, dan destination benar, klik Validate.

  10. Jalankan putaway

    Jika warehouse memakai multi-step inbound, lanjutkan barang dari receiving/input location ke storage berdasarkan Putaway Rules. Contoh training: Frozen Chicken diarahkan ke Frozen-B.

  11. Lakukan kontrol pascatransaksi

    Buka smart action Stock Moves dan periksa Stock Balance pada product/location tujuan. Jika accounting aktif, periksa Journal Entries.

Hasil yang diharapkan: status menjadi Done; stock move In tercatat; On Hand di destination bertambah sesuai Done Qty; lot/package dan jurnal dapat ditelusuri.
Pembatalan dan stock limit: dari Ready pilih Cancel. Dokumen menjadi Cancelled. Untuk menghapusnya, jalankan Reset to Draft terlebih dahulu. Periksa Stock Limit warehouse sebelum penerimaan; tidak adanya limit bukan alasan melewati kontrol product, location, dan quantity.
Bukti SOP-INV-01 · Goods ReceiptDaftar dokumen penerimaan setelah menunggu data selama 10 detik.
Putaway RulesRule Type, Product/Category, When Arrive In, dan Move To menentukan lokasi penyimpanan.
Checkpoint status ReadyValidate, Cancel, Done Qty, package, dan smart action tersedia setelah Confirm.

SOP-INV-02 · Mengeluarkan Barang (Goods Issue)

Mencatat barang keluar dari lokasi internal menuju customer atau lokasi eksternal.

MenuOperations → Goods Issue
PeranPicker / Dispatcher / Supervisor
PrasyaratAvailable Qty mencukupi
Dampak finalOn Hand berkurang saat Validate
  1. Buat Goods Issue

    Klik Create dan verifikasi Company serta Branch.

  2. Tentukan customer dan lokasi

    Isi Customer bila relevan. Pilih Source Location internal; Destination Location menggunakan Virtual Location.

  3. Tambahkan demand

    Tambahkan Product, Demand Qty, dan Demand UoM. Periksa Available Qty, reservation, lot/serial, dan expiry sebelum konfirmasi.

  4. Periksa Routing Priority

    Route dengan prioritas tertinggi menentukan jalur yang dicoba lebih dahulu. Jika warehouse memakai multi-step outbound, selesaikan Picking dan Packing sebelum shipment. Lengkapi Proof of Delivery jika diwajibkan.

  5. Simpan dan Confirm

    Simpan Draft, lalu Confirm. Kerjakan Picking/Packing bila sistem membentuk dokumen outbound turunan.

  6. Terapkan removal strategy

    Pastikan lot/serial yang dipilih sesuai FIFO atau FEFO. Jangan memilih LIFO tanpa persetujuan kebijakan accounting dan implementasi.

  7. Isi Done Qty dan Validate

    Catat kuantitas aktual yang dikirim, lalu Validate setelah pemeriksaan fisik dan dokumen.

  8. Verifikasi

    Pastikan Stock Moves bertipe Out, source stock berkurang, dan status dokumen menjadi Done.

Hasil yang diharapkan: stok source berkurang, outbound move dapat diaudit, dan fulfillment sesuai kuantitas aktual.
Kontrol penting: jika Negative Stock Prevention aktif, issue di atas Available Qty seharusnya ditolak atau tertahan. Jangan mengubah setting tersebut untuk menyelesaikan transaksi harian.
Bukti SOP-INV-02 · Goods IssueDaftar outbound memperlihatkan customer, source/destination, schedule, responsible user, dan status.

SOP-INV-03 · Memindahkan Stok Internal

Memindahkan barang antar-warehouse atau antar-location tanpa memperlakukan barang sebagai penjualan/pembelian.

MenuOperations → Internal Transfer
PilihanInterwarehouse / Inter-Location
PrasyaratSource stock tersedia
KontrolPasangan move Out dan In
  1. Pilih tipe transfer

    Gunakan Interwarehouse Transfer untuk gudang berbeda; gunakan Inter-Location Transfer untuk perpindahan lokasi internal.

  2. Tentukan source dan destination

    Pastikan kedua lokasi berbeda, aktif, dan sesuai Company/Branch.

  3. Tambahkan barang

    Isi Product, UoM, quantity, lot/serial, dan package. Gunakan reference yang mudah ditelusuri.

  4. Confirm dan proses tahap

    Pada konfigurasi indirect transfer, sistem dapat membentuk Out dan In melalui virtual/transit location. Pada direct transfer, alurnya lebih singkat.

  5. Validasi dan rekonsiliasi

    Pastikan source berkurang dan destination bertambah dalam jumlah yang sama. Periksa Stock Moves dan Stock Per Warehouse.

Catatan konfigurasi: opsi Use Direct Transfer berada di Inventory Settings. Perubahan setting langsung memengaruhi navigasi dan fitur transfer, sehingga harus melalui change control.
Bukti SOP-INV-03 · Interwarehouse TransferData transfer antar-warehouse diambil setelah waktu tunggu 10 detik.

SOP-INV-04 · Melakukan Stock Count

Merekonsiliasi kuantitas fisik dengan kuantitas sistem dan menyiapkan penyesuaian.

MenuInventory Control → Stock Count
PeranCounter + Supervisor
Pilihan scopeAll / Category / Product
RisikoAdjustment dan revaluation
  1. Tentukan area hitung

    Pilih Warehouse dan Location. Hindari scope terlalu luas jika warehouse tetap beroperasi.

  2. Tentukan produk

    Pilih All Products, Product Category, atau Product sesuai tujuan cycle count.

  3. Pilih metode awal

    Default To Zero mendukung blind count; Base on System Qty menampilkan kuantitas sistem sebagai nilai awal.

  4. Periksa konfigurasi accounting

    Tentukan Skip Unit Price Adjustment dan akun gain/loss atau revaluation sesuai kebijakan finance.

  5. Simpan dan mulai penghitungan

    Simpan Draft, mulai proses, lalu masukkan hasil fisik tanpa mengubah master product saat counting.

  6. Review selisih

    Supervisor memeriksa variance, penyebab, nilai finansial, dan dokumen pendukung.

  7. Validate

    Validasi hanya setelah cut-off dan approval terpenuhi. Periksa Stock Moves serta jurnal adjustment.

Hasil yang diharapkan: status Validated, kuantitas sistem sesuai hasil yang disetujui, dan selisih memiliki audit trail.
Jangan dilakukan bersamaan dengan Goods Receipt, Goods Issue, atau Internal Transfer pada lokasi yang sama tanpa prosedur cut-off.
Bukti SOP-INV-04 · Stock CountStatus In Progress, Validated, dan Cancelled dapat dipantau dari daftar.

SOP-INV-05 · Mencatat Product Usage, Scrap, dan Transit Loss

Mengeluarkan stok untuk konsumsi internal, kerusakan, scrap, sampling, atau kehilangan transit.

MenuInventory Control → Product Usage
MasterConfiguration → Usage Type
StatusDraft → Validated
KontrolReason dan source document
  1. Pilih Usage Type

    Gunakan tipe yang sesuai: Usage, Scrap, Transit Loss, atau Custom. Tipe tersedia per Company.

  2. Pilih warehouse dan tanggal

    Pastikan warehouse memiliki stok dan scheduled date sesuai tanggal kejadian.

  3. Tambahkan product dan quantity

    Masukkan lot/serial bila tracked. Hubungkan Source Document untuk transit loss atau kejadian yang berasal dari transfer.

  4. Simpan, review, dan Validate

    Validasi setelah alasan dan bukti disetujui. Periksa penurunan stok dan jejak Stock Moves.

Bukti SOP-INV-05 · Product UsageUsage Type membedakan Transit Loss, Internal Consumption, dan Scrap.

SOP-INV-06 · Membuat Material Request

Meminta material ke destination warehouse sebelum fulfillment atau transfer dijalankan.

MenuInventory Control → Material Request
Status terlihatIn Progress / Confirmed / Done / Cancelled
OwnerRequested By
OutputKebutuhan untuk destination warehouse
  1. Buat request

    Pilih Destination Warehouse, requester, product, UoM, dan quantity.

  2. Confirm

    Konfirmasi permintaan agar dapat diproses oleh warehouse sumber atau proses replenishment terkait.

  3. Pantau fulfillment

    Gunakan status dan Stock Demands untuk membandingkan demand, done, remaining, dan fulfillment percentage.

  4. Tutup request

    Pastikan status Done hanya setelah kebutuhan terpenuhi; gunakan Cancel untuk kebutuhan yang tidak lagi valid.

Bukti SOP-INV-06 · Material RequestDestination Warehouse, Requested By, status, dan waktu pembuatan terlihat pada daftar.

SOP-INV-07 · Meninjau Replenishment

Menganalisis kebutuhan pengisian stok dan menindaklanjuti reordering rule.

MenuStock Replenishment → Reordering Rules
InsightReplenishment Insight
FilterWarehouse, score, blocker, owner
OutputRevise rule / replenishment action
  1. Periksa kualitas rule

    Pastikan product, warehouse, minimum, maximum, lead time, dan owner benar.

  2. Buka Replenishment Insight

    Regenerate Insight lalu filter Critical atau Needs Review. Tinjau priority index, run rate, history signal, blocker, dan recommendation.

  3. Perbaiki penyebab

    Perbaiki source/status issue atau kebijakan rule sebelum menjalankan replenishment.

  4. Eksekusi dan pantau

    Jalankan Replenishment, lalu pantau dokumen yang dihasilkan pada Material Request, Purchase, atau transfer sesuai konfigurasi.

Kondisi lingkungan demo: Replenishment Insight menampilkan 0 rule pada saat observasi. Prosedur eksekusi penuh perlu diuji ulang setelah data reordering rule tersedia.
Bukti SOP-INV-07 · Replenishment InsightSetelah 10 detik halaman tetap menunjukkan 0 rule; kondisi kosong dipertahankan sebagai bukti aktual.

SOP-INV-08 · Menelusuri Lot atau Serial Number

Mencari posisi, status, tanggal, dan perjalanan suatu lot/serial.

MenuReporting → Lot/Serial Traceability
MasterMaster Data → Lot/Serial Numbers
FilterWarehouse, status, tracking, date
OutputJourney dan latest reference
  1. Verifikasi tracking product

    Pada Product → More → Inventory → Tracking, pastikan product memakai satu tipe: Unique Serial Number untuk identitas per unit atau Lots untuk identitas per batch.

  2. Cari identifier

    Masukkan lot, serial, product, SKU, barcode, atau reference pada search.

  3. Persempit scope

    Pilih warehouse, In Stock/No Stock, tipe Lot/Serial, dan basis tanggal Incoming/Last Move.

  4. Baca journey dan expiry

    Urutkan Oldest first untuk kronologi atau Latest first untuk kejadian terkini. Periksa location, package, current qty, latest reference, Expiry Date, dan Alert Date/Time.

  5. Cross-check

    Buka Stock Moves atau dokumen referensi untuk memvalidasi transaksi sumber.

  6. Ekspor

    Gunakan Export CSV jika jejak perlu dilampirkan pada investigasi.

Bukti SOP-INV-08 · TraceabilityFilter warehouse, status, tracking, date basis, journey order, dan columns tersedia pada halaman.

SOP-INV-09 · Rekonsiliasi Stok dengan Laporan

Menggunakan urutan laporan yang konsisten untuk menjawab posisi, penyebab, nilai, dan umur stok.

PosisiStock Balance / Stock Per Warehouse
PenyebabStock Moves / Stock Card
NilaiStock Block / Product Cost Warehouse
RisikoAging / Expiry Risk
  1. Tentukan pertanyaan

    Gunakan Stock Balance untuk “berapa stok sekarang”; Stock Moves untuk “transaksi apa yang mengubahnya”; Stock Card untuk kronologi saldo; Aging/Expiry untuk risiko waktu.

  2. Samakan scope

    Gunakan Company, Warehouse, Location, Product, UoM, dan rentang tanggal yang sama pada semua laporan.

  3. Bandingkan quantity

    Rekonsiliasi On Hand = Available + Reserved. Bandingkan opening + in − out dengan closing pada Stock Card.

  4. Bandingkan nilai

    Periksa Unit Cost per warehouse, Stock Block, Landed Cost, dan jurnal bila nilai berbeda.

  5. Ekspor bukti

    Gunakan CSV/XLSX setelah filter diterapkan. Simpan parameter filter bersama file hasil.

Catatan hasil observasi: beberapa laporan agregat menampilkan baris namun footer “of 0”. Jangan memakai angka footer sebagai total record sebelum isu paginator dikonfirmasi.
Bukti SOP-INV-09 · Stock BalanceProduct, warehouse, location, lot/serial, On Hand, Reserved, Available, cost, UoM, dan package.

SOP-INV-10 · Memelihara Master dan Konfigurasi

Mengubah product, warehouse, location, UoM, package, usage type, atau setting dengan kontrol perubahan.

AreaMaster Data + Configuration
PeranAdministrator / Key User
PersetujuanProcess owner + Finance bila relevan
RisikoDampak global pada transaksi
  1. Cari sebelum membuat

    Pastikan master tidak sudah tersedia dengan nama, code, barcode, atau company lain.

  2. Isi identitas dan scope

    Tentukan Company, category, UoM, tracking, warehouse/location, atau compatibility sesuai jenis master.

  3. Uji validasi

    Simpan dan periksa pesan required. Jangan membuat nilai dummy pada database produksi hanya untuk melewati validasi.

  4. Verifikasi penggunaan

    Uji master pada satu transaksi terkontrol dan periksa report terkait.

  5. Hapus dengan aman

    Gunakan Delete Confirmation hanya bila master belum digunakan. Lebih aman menonaktifkan master yang sudah memiliki histori, jika opsi tersedia.

  6. Dokumentasikan perubahan setting

    Catat before/after, approver, tanggal efektif, dan rencana rollback untuk Direct Transfer, Negative Stock Prevention, Package, Expiry Automation, dan printout.

Bukti SOP-INV-10 · Inventory SettingsTransfer Configuration menampilkan Use Direct Transfer, Negative Stock Prevention, auto-cancel, dan opsi printout.

Aturan Bisnis dan Validasi

A

Lokasi menentukan arah stok

Goods Receipt mewajibkan destination internal; Goods Issue mewajibkan source internal. Virtual Location menjadi sisi eksternal default.

Diuji
B

Produk dan UoM berpasangan

Baris operasi membutuhkan product, demand quantity, dan demand UoM. Setelah Confirm, sistem menambahkan done quantity, remaining quantity, fulfillment, dan moves.

Diuji
C

Validasi ditampilkan inline

Form menampilkan pesan spesifik, seperti “Destination Location is required”, “Source Location is required”, “Warehouse is required”, dan “Type Name is required”.

Diuji
D

Konfigurasi berdampak langsung

Inventory Settings menyatakan perubahan transfer configuration segera memengaruhi menu dan fitur. Opsi meliputi direct transfer, negative stock prevention, auto-cancel overdue transfer, dan informasi printout.

Terverifikasi
E

Expiry dan package bersifat opsional

Package tracking dan automatic expired-stock processing dapat diaktifkan dari tab konfigurasi tersendiri.

Terverifikasi
F

Penghapusan memakai konfirmasi dan batas status

Master data dan dokumen menampilkan Delete Confirmation. Dokumen Inventory hanya dapat dihapus saat Draft; dokumen Cancelled harus menjalani Reset to Draft terlebih dahulu.

Diuji

Referensi Teknis Sistem

Bagian ini menjelaskan model mental sistem berdasarkan field dan perilaku UI yang diamati. Nama model database dan implementasi backend tidak diinspeksi; relasi di bawah adalah relasi fungsional.

Model Entitas Fungsional

EntitasKunci bisnisRelasi utamaFungsi
Company / BranchCompany, BranchMembatasi warehouse, dokumen, costing, dan aksesScope organisasi transaksi.
WarehouseName / warehouse codeMemiliki banyak LocationUnit logistik tingkat atas.
LocationFull PathWarehouse, parent location, location typePosisi fisik atau virtual stok.
ProductProduct Code / BarcodeCategory, UoM, variant, brand, trackingObjek yang disimpan dan dipindahkan.
Lot / SerialLot/Serial NumberProduct, expiry, company, stock movesTraceability per batch atau unit.
PackagePackage CodePackage Type, location, product movesContainer fisik reusable/non-reusable.
Transfer DocumentReferencePartner, source/destination, demand linesHeader proses receipt, issue, atau transfer.
Demand LineDocument + ProductDemand Qty/UoM, Done Qty/UoM, movesKebutuhan dan realisasi per produk.
Stock MoveReference + Product + DateSource, destination, lot, package, statusAudit event yang mengubah posisi stok.
Stock BalanceProduct + Location + Lot + PackageAgregasi move dan reservationSnapshot On Hand, Reserved, Available.
Product Cost WarehouseProduct + Warehouse + CompanyLanded cost, receipt, valuationBiaya produk spesifik warehouse.

Definisi Quantity

Demand Qty

Kuantitas yang diminta atau direncanakan pada dokumen.

Done Qty

Kuantitas aktual yang telah diproses. Nilai ini yang seharusnya menjadi dasar stock move final.

Remaining Qty

Selisih yang belum dipenuhi. Secara konsep: Demand Qty − Done Qty.

On Hand

Kuantitas fisik tercatat pada lokasi, termasuk bagian yang sudah direservasi.

Reserved

Bagian On Hand yang dialokasikan untuk demand tertentu.

Available

Kuantitas yang belum dialokasikan. Secara konsep: On Hand − Reserved.

State Machine Dokumen Transfer

Draft
→ Confirm →
Ready
→ Validate →
Done
atau Cancel →
Cancelled
→ Reset →
Draft
StatusMakna operasionalAksi utamaPerubahan stok
DraftDokumen masih dapat disusun dan dikoreksi.Save, Edit, Confirm, DeleteBelum final.
ReadyDokumen dikonfirmasi dan siap dieksekusi.Set Done Quantities, Put in Package, Validate, CancelMove tersedia; belum final sampai Validate.
DoneOperasi selesai dan tercatat.View Moves, Journal, Return/Reversal bila tersediaOn Hand dan nilai dapat berubah.
CancelledOperasi dibatalkan.Reset to DraftTidak boleh meninggalkan move final.

Endpoint Navigasi UI yang Teramati

FiturAction UIViewKeterangan
Inventory Dashboardaction.1324Client actionDashboard khusus Inventory.
Goods Receiptaction.125List / FormDokumen inbound.
Goods Issueaction.126List / FormDokumen outbound.
Stock Countaction.135List / FormInventory adjustment.
Material Requestaction.140List / FormPermintaan material.
Product Usageaction.131List / FormConsumption/scrap/loss.
Stock Balanceaction.133List / PivotSnapshot kuantitas.
Stock Movesaction.129List / PivotAudit movement detail.
Lot/Serial Numbersaction.130List / FormMaster tracking.
Inventory Settingsaction.142FormSetting global modul.
Catatan: parent menu bertingkat dapat menampilkan action.NaN karena berfungsi sebagai pemicu overlay submenu, bukan action page. Gunakan child menu untuk membuka halaman aktual.

Troubleshooting dan Diagnosis

GejalaKemungkinan penyebabLangkah pemeriksaanTindakan aman
Save tidak berhasilField wajib kosongCari pesan inline di bawah field; periksa Company, Branch, Warehouse/Location, Product, UoM.Lengkapi field satu per satu; validasi dapat muncul bertahap.
Dokumen tidak dapat dihapusStatus bukan DraftPeriksa badge status dan pesan “All documents must be in Draft state”.Jika Cancelled, pilih Reset to Draft lalu Delete. Jangan menghapus Done.
Validate tidak tersediaDokumen masih DraftPeriksa apakah tombol Confirm tersedia.Save lalu Confirm; lengkapi approval/QC bila ada.
Done Qty tetap 0Belum diisi setelah ConfirmBuka tab Operations dan periksa kolom Done Qty.Gunakan Set Done Quantities atau isi manual sesuai fisik.
Stok tidak terlihat di warehouseSalah Company, Warehouse, Location, filter, atau move belum DonePeriksa Stock Moves dan destination pada dokumen.Samakan scope filter; jangan membuat adjustment sebelum akar masalah diketahui.
Available lebih kecil dari On HandAda reservationPeriksa Reserved dan Stock Demands.Tinjau dokumen demand; jangan mengubah On Hand secara manual.
Goods Issue tertahanStok kurang, reservation, QC, approval, atau routingPeriksa Available, Document Processing Insight, dan dokumen Picking/Packing.Selesaikan blocker sumber, bukan mematikan kontrol global.
Insight kosongRule/data sumber belum tersedia atau belum regeneratePeriksa filter, date range, warehouse, dan tombol Regenerate Insight.Siapkan reordering rule/data movement; dokumentasikan kondisi kosong.
Footer laporan “of 0” padahal ada dataInkonsistensi paginator agregatBandingkan baris, total agregat, dan export.Jangan gunakan footer sebagai total; laporkan defect.
Lot/serial tidak ditemukanFilter status/tracking/date atau company salahCari dari master Lot/Serial dan Stock Moves.Reset filter, cari SKU/reference, lalu telusuri journey.
Menu berubah/hilangInventory Settings atau akses role berubahPeriksa Direct Transfer, Packages, Expiry Automation, Company/Branch, dan permission.Bandingkan change log dan konfigurasi terakhir.

Checklist sebelum eskalasi

Kumpulkan bukti
  • Reference dokumen
  • Company dan Branch
  • Warehouse dan Location
  • Product Code dan UoM
  • Lot/Serial dan Package
  • Status dan Scheduled Date
  • Screenshot pesan error
  • Stock Moves terkait
  • Expected vs actual result
  • Waktu kejadian dan pengguna

Matriks Fitur

Status menunjukkan kedalaman pemeriksaan, bukan tingkat kesiapan produksi.

AreaFiturKemampuan yang terlihatStatus
DashboardInventory DashboardKPI on hand, available, OOS, negative, expiry, warehouse distribution, recent transferTerverifikasi
IntelligenceOverviewInventory value, movement class, replenishment, bottleneck, AI ExplainTerverifikasi
IntelligenceInsight FeedFilter source/impact, evidence, deep link ke analisisTerverifikasi
IntelligenceReplenishment InsightPriority index, score group, blocker, owner, bulk reviseData kosong
IntelligenceMovement AnalysisFSN classification dan analisis pergerakanTerverifikasi
IntelligenceDocument Processing InsightWarehouse, document type, date range, bottleneckLoading/kosong
IntelligenceExpiry Risk ReportCompany, warehouse, horizon, category, tracking, export CSVTerverifikasi
OperationsGoods ReceiptCRUD, Confirm, Validate, Cancel, package, barcode, moves, journalAlur diuji
OperationsGoods IssueCRUD, route priority, proof of delivery, stock movesForm diuji
OperationsInbound ProcessingMonitoring receipt-side transferData kosong
OperationsOutbound ProcessingPacking dan PickingSubmenu
OperationsBatch OperationPicking, Packing, Delivery, Receiving, Putaway5 submenu
OperationsReturn RequestVendor Return dan Customer Return2 submenu
OperationsInternal TransferInterwarehouse dan Inter-Location2 submenu
ControlStock CountAll/category/product scope, blind/system count, accountingForm diuji
ControlStock ReplenishmentReordering Rules dan Replenishment2 submenu
ControlMaterial RequestRequest destination warehouse dan lifecycle statusTerverifikasi
ControlProduct UsageConsumption, scrap, loss, source documentTerverifikasi
ControlTransit LossDaftar usage khusus transitData kosong
ControlRepack OrdersConversion mode, warehouse, location, scheduleData kosong
ControlProcurement PlanRun-rate period, stock days, simulation multi-warehouseTerverifikasi
ControlLanded CostPeriod, journal, create/choose bill, validationTerverifikasi
ControlGrading ValuationTransfer, source/allocated value, scheduleData kosong
ReportingStock BalanceOn hand, reserved, available, volume, cost, package, pivotTerverifikasi
ReportingStock BlockRemaining value, internal block, negative outbound, reversalTerverifikasi
ReportingProduct Cost WarehouseCost per product-warehouse-company dan last updateTerverifikasi
ReportingStock DemandsDemand/done/remaining, fulfillment, source-destinationTerverifikasi
ReportingStock MovesChronology, lot, package, expiry, movement type, locationsTerverifikasi
ReportingStock Per WarehouseStatus, forecast, expiry, incoming/outgoing, export CSVTerverifikasi
Reporting3D Warehouse3D Warehouse dan 3D Routing Priority2 submenu
ReportingLot/Serial TraceabilityJourney order, dates, status, tracking, customizable columnsTerverifikasi
ReportingStock Card ReportOpening/in/out/closing quantity dan value, grouped product, XLSXTerverifikasi
ReportingInventory AgingRemaining/aged quantity dan value, oldest age, XLSXTerverifikasi
ReportingOperation QueueQueued/waiting/running/retrying/failed/historyData kosong
MasterProductsProduct, Product Variants, Product Bundle; card/table, import/export3 submenu
MasterDimension UoMSymbol, ratio, rounding precisionTerverifikasi
MasterPackagesPackage dan Package History2 submenu
MasterLot/Serial NumbersBarcode, expiry, alert date, tracking status, KPI expiryTerverifikasi
ConfigurationInventory SettingsTransfer, package, expiry, printout, negative stockTerverifikasi
ConfigurationInsight SettingsReplenishment Insight dan Movement Analysis Setting2 submenu
ConfigurationWarehouse ManagementWarehouse, Location, Putaway Rules3 submenu
ConfigurationProduct ManagementCategory, UoM, Attributes, Brands4 submenu
ConfigurationPackage TypesReusable, compatibility, code generation, category scopeCRUD diuji
ConfigurationUsage TypeUsage, Scrap, Custom per companyTerverifikasi

Integrasi dan Dependensi

Modul/layananTitik integrasiDampak
PurchaseVendor, Goods Receipt, source document, landed costPenerimaan dan costing dapat berasal dari procurement.
SalesCustomer, Goods Issue, return, picking/packingDemand penjualan menghasilkan operasi outbound.
AccountingUnit cost, journal entries, gain/loss, revaluation, landed costPerubahan stok dapat memengaruhi valuasi dan jurnal.
ManufacturingMaterial Request, Product Usage, warehouse produksiMaterial dikonsumsi atau dipindahkan untuk produksi.
QualityQC blocked, quality hold, grading valuationQC dapat menahan pemrosesan dokumen dan lokasi stok.
Approval WorkflowPending approval pada processing insightDokumen dapat tertahan sebelum operasi berikutnya.
Scheduler/QueueAuto-cancel, expiry automation, operation queueProses latar belakang memiliki status dan histori terpisah.

Temuan Utama

1

Paginator laporan agregat tidak konsisten

Stock Balance, Stock Block, dan Stock Demands menampilkan banyak baris tetapi footer terbaca “of 0”. Ini berisiko membingungkan pengguna dan dapat mengganggu interpretasi jumlah record.

Prioritas tinggi
2

KPI quantity diberi representasi mata uang yang sama

Dashboard menampilkan On Hand Qty 500.181.788,5 sekaligus “IDR 500.181.788,5”. Nilai dan kuantitas tampak identik, sehingga definisi metrik perlu diperjelas.

Prioritas tinggi
3

Expired dan Near Expiry menunjukkan angka identik

Keduanya bernilai 6.353 pada observasi. Bisa valid, tetapi sangat mungkin menunjukkan overlap atau query yang menggunakan populasi sama.

Perlu verifikasi
4

Intelligence belum memiliki data sumber memadai

Replenishment Insight berisi 0 rule, Document Processing sempat berhenti pada loading, dan Overview menampilkan inventory value Rp0 meskipun stok tersedia.

Data/config
5

Tabel sangat lebar pada laporan operasional

Stock Block dan Stock Moves memiliki lebih dari 15 kolom. Horizontal navigation tersedia, tetapi freeze-column, preset, dan optional columns perlu disosialisasikan.

UX
6

Menu bertingkat tidak memiliki URL induk

Parent menu menggunakan pola action.NaN, namun berfungsi sebagai pemicu overlay submenu. Secara UI bekerja, tetapi deep-link dan telemetry pada parent berpotensi tidak konsisten.

Teknis
7

Validasi required bersifat bertahap

Save menampilkan satu field wajib terdekat, lalu validasi berikutnya muncul setelah field tersebut diperbaiki. Pola ini mengurangi noise tetapi memperpanjang iterasi pengguna.

UX
8

Pembatalan Goods Receipt mengosongkan representasi baris

Setelah Cancel, baris produk pada dokumen uji tampil sebagai “--” dan 0.00. Perlu dipastikan histori produk tetap dapat diaudit dari Stock Moves/activity log.

Auditability

Galeri Screenshot

Klik gambar untuk melihat ukuran penuh. Seluruh screenshot diambil pada desktop 1440 × 900; sebagian halaman panjang dipotret sebagai viewport agar teks tetap terbaca.

Cakupan dan Kesimpulan

Seluruh menu tingkat pertama berhasil dipetakan. Halaman langsung dibuka, sedangkan menu bertingkat diperiksa melalui overlay submenu. Alur perubahan data dibatasi pada record berpenanda dokumentasi dan sudah dibersihkan. Tidak ada password atau informasi sesi di dalam HTML maupun screenshot.

Rekomendasi tindak lanjut

Lakukan UAT berbasis peran untuk warehouse operator, supervisor, approver, dan accounting; validasi angka KPI terhadap query sumber; perbaiki footer paginator; lalu uji integrasi end-to-end Purchase → Receipt → Stock → Issue → Accounting pada database yang memiliki data intelligence lengkap.